Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

Mazmur 67: 1-2

Apa artinya mendapat wajah Tuhan menyinari kita? Kita mungkin membayangkan raut wajah anggota keluarga ketika mereka menyambut orang-orang terkasih yang tiba di rumah setelah lama tidak kelihatan. Cinta kasih dan kegembiraan mereka akan terbukti, bersinar dalam pandangan setiap orang yang hadir. Wajah Tuhan yang bersinar adalah bagian dari berkat yang Dia perintahkan kepada para imam untuk digunakan bagi umat Israel: “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.””(Bilangan 6: 24-27). Dalam terang wajah Allah yang bersinar, orang-orang akan diberkati dan ditandai dengan Nama Allah sebagai umat-Nya yang kudus.

Mendapatkan wajah Tuhan bersinar atas Saudara berarti bahwa Ia memandang ke arah Saudara dan memandang Saudara dengan penuh kasih. Alkitab berbicara tentang orang-orang yang tidak menikmati berkat wajah Tuhan yang bersinar, malah menanggung murka-Nya yang mengerikan: “wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.”(Mazmur 34:16). Doa dalam mazmur kita, agar Allah mengasihani kita, memberkati kita dan membuat wajah-Nya bersinar atas kita, telah dijawab dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Meskipun kita tidak layak mendapatkan cinta kasih dan rahmat-Nya, Allah bermurah hati kepada kita, mengirimkan kepada kita pemberian, yakni Putra-Nya, untuk menjadi Juruselamat kita. Dalam Kristus kita tahu apa artinya mendapatkan wajah Allah yang bersinar atas kita.

Pertolongan Allah dilihat ketika Yesus menggenapi tujuan kedatangan-Nya. “Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem” (Lukas 9:51). Ketika waktu kematian-Nya yang ditentukan semakin dekat, Yesus memalingkan wajah-Nya ke salib. Dengan langkah-langkah tegas, Dia berjalan ke Yerusalem, di mana Dia akan mengambil beban dosa dunia ke atas Diri-Nya. Wajah Allah bersinar atas kita karena pada hari yang gelap di luar Yerusalem, wajah Allah berpaling dari Putra-Nya yang menderita.

Mazmur kita meminta Tuhan untuk memberkati kita dan membuat wajah-Nya bersinar atas kita. Mengapa? Kita meminta berkat-Nya agar jalan-Nya “dikenal di bumi” dan kuasa penyelamatan-Nya dikenal “di antara segala bangsa.” Ketika wajah Allah yang bersinar berbalik ke arah kita, kita mencerminkan kemuliaan-Nya. “Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.” (Mazmur 34: 5). Kita mencerminkan rahmat Tuhan dalam tindakan cinta kasih dan pelayanan. Diberdayakan oleh Roh Kudus, kita memberitakan Kabar Baik tentang wajah Allah yang bersinar di dalam Yesus kepada dunia yang hilang dalam kegelapan. “Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. ” (2 Korintus 4: 6).

DOA: Tuhan Yang Mahakuasa, kami hidup dalam cahaya yang bersinar dari kasih dan belas kasihan-Mu. Tolonglah kami dengan Roh-Mu untuk memantulkan cahaya itu kepada orang lain. Amin.

 

Ditulis oleh Dr. Carol Geisler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.