Mazmur 61:2

Buy norvasc 2.5 mg buy triamterene hydrochlorothiazide

Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batuyang terlalu tinggi bagiku.

Dalam keadaan sedang tenggelam, seseorang tidak akan memikirkan apapun juga. Mungkin barang-barangnya? Uang yang dimilikinya? Bahkan apa yang dikenakannya? Ia tidak akan pernah memikirkan semuanya itu. Ia hanya memikirkan, bagaimana ia dapat selamat dari ancaman kematian. Ia hanya berusaha menemukan sesuatu yang dapat menjadi tumpuannya, dalam situasi kritis ditengah terjangan gelombang air yang deras.

Situasi sulit inilah yang menjadikan raja Daud berseru, Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahanankudan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!. Secara nyata Daud menjadikan Tuhan, sebagai tumpuan dalam hidupNya. Melalui Mazmur 18:2, ia menyakini Tuhan sajalah gunung batu serta keselamatannya.

Daud menyadari bahwa, dirinya sendiri tidak dapat menolongnya. Saat pergumulan hidup dialami, ia tidak mampu mengandalkan dirinya sendiri (hanya ada keraguan, ketakutan, putus asa, kecemasan). Tetapi imannya mampu memandang, pada gunung batu keselamatannya. Ialah Tuhan, yang tiada pernah berubah dan firmanNya yang kekal. Pada gunung batu itulah, keselamatanNya. Bukan hanya baginya, tetapi untuk saya dan semua kita. Sehingga kita dapat berdoa:

Doa: Tuhanku, gunung batu dan keselamatan ku. Hanya pada Mu aku percaya. Amin.

Bacaan Alkitab: Kejadian 36-38, Matius 21: 1-22.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.