(Markus 14:48)

Kata Yesus kepada mereka:”Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku?

Mereka bukanlah sorotan utama di taman saat malam itu terjadi – semua pedang dan pentungan yang dibawa orang-orang saat itu hanya untuk menangkap Yesus. Mereka beranggapan, seolah-olah Yesus akan menolak untuk ditangkap. Mereka seakan-akan beranggapan, Dia adalah penjahat kelas kakap.

Bahkan Yudas, sepertinya sudah lebih dahulu mengetahui. Sehingga, dia memilih tanda yang membuat orang banyak segera mengetahui siapa orang yang akan ditangkap. Dan dia memilih – ciuman, serta salam yang damai sebagai penandanya. Itulah yang menjadikan posisinya cukup dekat dengan Yesus, dalam posisi yang paling tepat – jika Yesus memutuskan untuk melawan.

Tetapi Yudas sangat yakin. Bahwa Yesus tidak akan menyakitinya – bahkan pengkhianatannya sendiri. Dan dugaan Yudas terbukti benar. Yesus bahkan menyempatkan waktu sejenak untuk menyembuhkan telinga hamba Imam Besar, yang terluka karena kekeliruan Petrus menggunakan pedangnya – Kemudian Dia sendiri menyerahkan diri untuk ditangkap. Bahkan sebelumnya, Ia sejenak menasihati Petrus akan apa yang telah dilakukannya!

Dia berkata, “Sudahkah kamu keluar untuk melawan penjahat, sehingga dengan pedang dan pentungan kamu mendatangi Aku? Padahal hari demi hari aku bersamamu dalam mengajar dibait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi biarlah nubuat dalam Kitab Suci digenapi.”

Yesus bukan penjahat, yang menggunakan kekuatanNya untuk mencuri kemuliaan dan kekuatan yang dimiliki orang lain. Inilah kenyataannya – bahawa Ialah Mesias, Raja Israel, Anak Daud. Dan Ia menaiki tahta termulia, ya – posisi itulah salib, dan tubuh yang hancur itu akan menjadi milik-Nya. Tidak ada pasukan atau pedang yang diperlukan untuk itu.

Yesus datang untuk menyerahkan nyawa-Nya tanpa memilih kebebasanNya sendiri. Dia dengan sadar dan bebas menundukkan diriNya ditangkap, disiksa, hingga mati. Demi semua kita, tiga hari kemudian, bangkit dari kematian – Bukan hanya untuk diri-Nya saja, tetapi untuk membawa kemenangan dan kehidupan kekal bersama kita. Mengapa? Karena Dia amat mengasihi kita.

DOA: Terima kasih, Tuhan, dengan rela Engkau menyerahkan hidup Mu bagi saya. Saat ini saya pun rela menyerahkan hidup saya, pakailah hidup saya demi kemuliaan Mu. Amin.

Pertanyaan untuk direnungkan:

Apa hal paling tidak penting yang Anda miliki?

Menurut Anda mengapa pasukan Romawi membawa senjata ketika akhirnya mengetahui bahwa Yesus tidak melawan?

Bagaimana menurut Anda, bahwa kita memiliki seorang Raja yang tahtanya adalah salib?

Bacaan Alkitab: Bilangan 3-4 – Markus 12:28-44

Editor / Translate: Azer

Disadur dari: LHM Devotion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.