The Harvest is Plentiful, but The Laborers are Few
(Matius 9:35-38)

 

The Gospel says “Go”,
But our church buildings say “Stay”
The Gospel says, “Seek the Lost”
But our churches say “let the lost seek the church”

                                                                                            Howard Synder

              Gereja-gereja dan umat Kristen di seluruh muka bumi ini pasti sudah mengetahui tujuan kedatangan Yesus Kristus ke dunia ini 2000 tahun yang lalu, bahwa Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang dan berdosa. Fakta ini memang terbukti dalam sejarah hidup Yesus selama 3,5 tahun pelayananNya di bumi ini, sebagaimana yang dituliskan oleh Penulis Injil Matius bahwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan (Mat. 9:35). Passion Yesus kepada orang-orang yang terhilang menjadi kekuatan utama Yesus untuk terus pergi memberitakan Injil. Puncak dari passion Yesus adalah kematianNya di kayu salib. Pelayanan misi dan passion Yesus Kristus pasca kenaikan Yesus ke Surga, diteruskan oleh para Rasul dan gereja mula-mula. Rasul-Rasul pergi keluar melintas batas geografis, budaya, bahkan bahasa untuk memberitakan Injil dan menyatakan kuasa Allah.

          Kendati demikian, apakah gereja dan orang Kristen masa kini melanjutkan pelayanan Misi dan Passion Yesus Kristus akan jiwa-jiwa yang terhilang? Tulisan Howard Synder pada awal renungan ini layak direnungkan untuk melihat realita pergerakan pelayanan dan keterlibatan gereja untuk menyelesaikan Amanat Agung (Mat. 28:18.20). Joshua Project, salah satu organisasi atau badan Misi Kristen non-profit, menyatakan dalam surveynya bahwa dari 16.510 kelompok suku yang ada di dunia ini, masih ada 6.672 suku-suku terabaikan yang belum mendengar Injil. Dari total populasi manusia di bumi ini sebanyak 7,29 Milyar, diperkirakan sekitar 3,07 milyar umat (42 %) masih belum terjangkau atau belum mendengar Injil. Statistik Ini menunjukkan bahwa gereja-gereja dan orang Kristen di seluruh muka bumi ini belum maksimal dalam melanjutkan pelayanan misi Yesus. Bisa jadi tepatlah yang dinyatakan oleh Synder bahwa gereja lebih memilih untuk tinggal ketimbang pergi, dan memilih untuk membiarkan orang yang terhilang untuk mencari gereja.

         Maka, benarlah perkataan Yesus bahwa “tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”(Mat 9:37). Permasalahan gereja bukanlah sedikitnya jumlah orang Kristen atau jemaat Tuhan, melainkan sedikitnya jumlah pekerja Kristen yang mau pergi untuk melayani orang-orang yang terhilang dan memberitakan Injil. Tidak bisa dipungkiri bahwa cukup banyak orang Kristen yang tidak bersedia untuk meninggalkan zona nyamannya untuk pergi bagi Kristus. Disini, penggembalaan dan pemuridan jemaat yang berorientasi untuk misi menjadi sangat krusial dan urgent untuk dilakukan oleh pimpinan gereja dan umatNya. Yesus tidak hanya mendorong murid-muridNya untuk berdoa agar Tuhan mengutus pekerja untuk memberitakan Injil (Mat. 9:38), namun Ia juga mengutus murid-muridNya (Mat.10:1). Oleh sebab itu, gereja dan orang Kristen harusnya tidak sekedar berdoa agar Tuhan mengutus pekerja untuk memberitakan Injil, namun juga bersedia diutus sebagai pekerja atau mengutus pekerja. Ladang sudah menguning dan siap untuk dituai, siapkah anda untuk pergi menuainya?

2 thoughts on “THE HARVERST IS PLENTIFUL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.