Indonesia adalah negara agrarian yang memang cocok untuk bertani,selain itu iklim Indonesia juga sangat mendukung pertanian dan sebagian besar rakyat Indonesia adalah petani dari data BPS, pekerja di sektor pertanian tercatat 35,7 juta orang atau 28,79 persen dari jumlah penduduk bekerja 124,01 juta jiwa, itu artinya lebih dari seperempat penduduk Indonesia itu merupakan petani. Memang kalau dilihat dari perekonomian para petani di Indonesia masih kalah jauh dari negara-negara maju di dunia seperti Jepang dimana para petani mengdapatkan penghasilan rata-rata 25 juta Yen pertahun atau sekitar 2 Miliar Rupih, sementara di Belanda seorang petani bisa mempunyai penghasilan 14 juta perbulan,sedangkan di Indonesia penghasilan petani perbulan itu rata-rata 1 juta rupiah perbulan (Okezon, 4 mei 2017)  ini jugalah yang membuat daya tarik untuk menjadi seorang petani di Indonesia bagi kaum muda itu berkurang, kaum muda lebih menyukai bekerja di kantor, menjadi Pegawai Negeri Sipil, atau karyawan toko dibanding menjadi seorang petani.

Menjadi seorang petani memang identik dengan kotor, sulit mendapat uangnya dan melelahkan, sebab harus bersentuhan dengan tanah, lumpur dan harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa panen, inilah yang menjadikan petani semakin tidak diminati kaum milenial. Namun sebenarnya petani sekarang tidaklah selalu kotor karena perkembangan teknologi yang sudah maju. Salah satunya cara mencangkul, sekarang sudah ada mesin traktor untuk mencangkul tanah, ada bercocok tanam dengan tanaman hidroponik dan organik yang tidak perlu menguras tenaga yang banyak.

Dalam memperingati hari tani nasional, penulis memberikan dukungan agar para petani Indonesia tetap semangat dalam bertani, mau berinovasi supaya tidak melulu hasil pertaniannya begitu-begitu saja, para petani Indonesia sudah harus mulai menggabungkan teknologi dalam bercocok tanam seperti yang dilakukan negara-negara lain, sehingga hasil dari cocok tanamnya ada peningkatan dan juga taraf ekonomi para petani semakin sejahtera dan makmur. Dukungan pemerintah juga diperlukan untuk mengembangkan pertanian di Indonesia, dengan memberikan penyuluhan bagi para petani dan juga menyediakan bibit-bibit unggul yang terjangkau untuk dibeli petani, dan juga menyediakan pupuk bagi para petani.

Tidak bisa dipungkiri bahwa bibit unggul dan juga pupuk masih sangat sulit didapatkan para petani. Seperti yang dituliskan dalam sebuah media online pada tangal 17 September 2019 (Waspada.Aceh) bahwa  Puluhan perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam wadah aliansi mahasiswa yang mengaku peduli dengan langkanya pupuk bersubsidi,menggelar demo ke kantor DPRK Aceh Tenggara. Disana dijelaskan bahwa para petani kesulitan mendapatkan pupuk sehingga mereka terancam gagal panen. Selain bibit dan pupuk salah satu persoalan para petani adalah sulitnya air ketika musim kemarau ini akibatkan karena kurang irigasi. Masalah inilah sebenarnya yang harus diselesaikan baik pemerintah maupun para sarjana-sarjana pertanian di Indonesia.

Kalau masalah ini bisa teratasi maka penulis yakin para petani di Indonesia akan menikmati hasil dari kerja keras mereka, hasil panen mereka akan meningkat, dengan otomatis pendapatan mereka akan meningkat pula, dengan begitu para petani tidak akan pusing lagi untuk sekolahkan anak mereka sampai perguruan tinggi, mereka bisa memiliki tabungan untuk hari tua. Mereka akan bersemangat dalam mengerjakan setiap ladang yang mereka punya, dan tidak akan mudah menjual sawah maupun ladangnya kepada orang lain untuk dijadikan perkantoran, perumahan, maupun tempat industri.

Dalam kitab Yesaya 28:29 (Firman Allah Yang Hidup) “Tuhan semesta alam adalah guru yang luar biasa. Ia memberikan petunjuk serta kebijaksanaan kepada Petani”. Petani punya perhatian khusus dimata Tuhan, Tuhan akan memberikan petunjuk untuk setiap petani mengelola tanah dan tanaman yang akan ditanam. Tuhan juga akan memberikan kebijaksaan kepada petani agar petani mengerti kapan waktu yang tepat untuk memulai bercocok tanam.jadi ternyata bukan hanya berharap dengan penyediaan bibit unggul dan juga pupuk ternyata kedekatang kita dengan Sang Guru juga sangat penting. Seorang guru akan mendidik muridnya yang selalu datang ketempat gurunya,demikian juga petani, petani harus selalu datang kepada Tuhan agar mendapat ilmu dari Sang Guru yaitu Tuhan sendiri.

Bertani merupakan sebuah pekerjaan yang mulia dan terhormat, dengan bertani kita ikut menjaga kelangsungan hidup manusia, dengan bertani kita menikmati hasil alam bangsa ini, dengan bertani kita bisa meraih mimpi. Selamat hari Tani Nasional bagi para petani Indonesia.

Penulis : Antoni Simanjuntak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.