Renungan – 17 May 2018

Kisah Para Rasul 2:23-25

Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

 

Ada sebuah ungkapan : Tidak ada perbuatan baik yang dibiarkan begitu saja tanpa dihukum .

Setiap kali saya mengucapkan kalimat tersebut pada sebuah komunitas , beberapa orang akan mengatakan bahwa hal itu adalah sebuah filosofi yang kedengarannya pesimis. Saya tidak sependapat dengan mereka . Kedengarannya , menyedihkan , terkadang, tetapi itulah kenyataannya.

Seperti pada kasus : Kyle Byler , guru kelas 8 , Sekolah Hand Middle , di Lancester , Pennsylvania . Dari banyak laporan , Byler adalah seorang guru senior , seperti instruktur yang memberikan dirinya dan mengabdikan kepada anak anak didik yang menjadi tanggung jawabnya.

Baru baru ini , Byler , diminta dalam waktu seminggu memberikan , standarisasi test untuk kelasnya. Sekarang , hampir setiap guru yang mengikuti test tersebut menggunakan sarung tangan akan mengatakan bahwa mereka bukan hanya mengukur apa yang telah dipelajari siswa. Tetapi juga mengukur tingkat perhatian , stamina , kesabaran , konsentrasi , dan kemampuan untuk tetap tenang dan tidak panik .

Dalam kelas Kyle Byler ada hal yang menjadi kendala. 95% siswa dikelas nya berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Hal ini berarti , siswa dikelasnya akan mengikuti test ini dengan keadaan perut kosong dan berbunyi. Keadaan ini menyulitkan dirinya dan tidak dapat menjadikan teladan kinerja.

Byler , menjadikan dirinya sebagai guru yang baik , datang dengan solusi. Ia membawa wajan listrik , dan memasak kue gandum bagi setiap siswanya untuk dimakan selama mengikuti test tersebut.

Rencananya mungkin dapat berjalan baik, jika saja wakil kepala sekolah tidak masuk ke kelas dan mencabut steker listrik-nya. Kemudian berkata bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kebakaran. Ya… hal tersebut memang benar. Meskipun mereka tidak mempunyai aturan dalam buku test tentang memberi makan siswa , beberapa orang berpendapat bahwa Bpk. Byler tidak dapat memantau test dan juga dapat memasak kue gandum .

Anda lihat , tidak ada perbuatan baik yang dibiarkan begitu saja.

Syukurlah , ada akhir dari cerita kasus diatas. Mendengar apa yang terjadi , beberapa siswa mengajukan protes , dan sejumlah orang tua murid menghadiri rapat untuk mengungkapkan dukungan kepada guru sahabat itu. Dan akhirnya , Bpk. Byler tetap bisa bekerja.

Perbuatan baik tidak akan dibiarkan tanpa adanya sanksi.

Saya bertanya tanya , bagaimana jika Sang Juru Selamat memperlakukan seperti itu? Dia datang membawa terang kedalam dunia yang gelap karena dosa . Dengan kasih , Ia mengulurkan tangan bagi yang terhilang , ditinggalkan , ditolak , dan bagi siapa saja yang sakit jasmani dan rohani nya. Dan apakah balasan dari kebaikanNya?

Orang orang dikampungNya berusaha untuk membunuhNya. Kepala dari komunitas Yahudi menyebutNya , Setan , Orang Samaria , Nabi Palsu . Kepala orang Yahudi disuap untuk bersaksi dusta mengenai Dia dalam pengadilan dan keadilan menolak Dia dengan ajaranNya. Dia dikhianati oleh seorang teman dekat, ditolak oleh yang lain, ditinggalkan oleh semua . Dia menempuh jalan Salib dan lewat itu Dia datang untuk menyelamatkan manusia.

Terimakasih , kisah Sang Juru Selamat tidak berakhir di Golgota atau pada kubur kosong . Tiga hari setelah Ia dikuburkan , bangkit , naik ke Surga , menunjukkan kepada dunia bahwa Dia taklukkan dosa, kematian , dan setan. Dia berkata bagaimana kasih karunia Allah memberikan pengampunan dan kehidupan kekal bagi orang yang percaya padaNya. Kisah ini berarti berlanjut pada karya Roh Kudus yang membawa jiwa dari kutukan kepada keselamatan.

DOA : Bapa yang terkasih , saya berterimakasih untuk kisah Yesus yang membawa berita sukacita bagi manusia berdosa . Biarlah RohKudus mengubah hati orang tidak percaya , sehingga mereka bisa menjadi bagian dari keluarga orang percaya. Inilah doa permohonanku didalam nama Yesus. Amin.

Renungan ini terinspirasi dari berbagai sumber , salah satunya adalah tulisan Kate Seamons pada Newser , tanggal 17 April 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.