Matius 4: 1

Kemudian Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai oleh iblis.

Salesman yang jujur mengajukan tawaran perusahaannya pada agen pembelian suatu perusahaan. Proyek itu begitu besar sehingga jika diterima, perusahaannya masuk daftar hitam selama satu tahun penuh, dan keamanan kerjanya akan meningkat sepuluh kali lipat. Ketika sampai, sekretaris agen mengatakan bahwa bosnya terlambat. Meski begitu, sekertaris mempersilahkannya ke kantor, menyuruhnya duduk, sehingga merasa nyaman. “Bosku,” katanya, “akan tiba di sini sekitar lima menit.”

Ketika duduk, salesman tidak tahan untuk mengetahui tawaran pesaingnya yang berada di meja kerja agen pembelian. Dengan acuh, dan cuek, si sales pun membaca dokumen itu – semuanya kecuali baris terakhir yang berada di bawah sekaleng jus. Sales yang jujur itu, dengan ragu memutuskan memindahkan kaleng itu sedikit, hanya beberapa inci. Dia meraih, mengambil kaleng, dan beberapa air tumpah keluar dari kaleng hingga habis. Ketika agen pembelian sampai, ia melihat seluruh tumpahan itu dan dengan singkat langsung menolak tawaran si sales. Ini mengantarkan kita pada pembahasan tentang godaan. Godaan merupakan hal mudah untuk ditulis.

Sangat mudah karena kita semua korban sukarela godaan Setan. Jika Anda meragukan saya, bukalah koran. Rubrik bisnis memberi tahu anda tentang beberapa CEO jujur yang menghasilkan puluhan juta dolar bagi dirinya sendiri. Bahkan ketika ia kehilangan uang investor dan para pekerjanya. Anda membaca tentang pegawai negeri terhormat, mengambil tambahan sesuatu, lalu menghabiskannya dengan keliru, dan mengkhianati integritasnya. Anda tidak perlu melihat lebih banyak lagi sebelum diberitahu tentang pengkhotbah, pendeta, atau rohaniawan yang terbukti bersalah atas tuduhan memalukan. Atlet terhormat yang memilih meningkatkan kemampuan pemberian Tuhan dengan menggunakan obat terlarang. .

Lihatlah diri anda dan kita menemukan sepertinya saya mempunyai – terlalu banyak episode mengenai rasa malu dan dosa, seringkali Setan berhasil menempatkan sesuatu di hadapan kita yang tidak dapat tidak dilakukan, atau tidak bisa ditolak. Kembali memikirkannya, saya bertanya-tanya mengapa? kita melakukan apa yang tidak boleh dilakukan? tetapi kenyataannya adalah kita melakukannya.

Masing-masing kita menjadi korban godaan Setan yang istimewa. Ya, itu benar: dia penjahit pribadi baju kita. Dia mengetahui apa yang menggodai saya mungkin membosankan untuk anda dan apa yang menggoda Anda mungkin tidak menarik bagi saya. Jika Anda meragukan saya, lihatlah Alkitab. Dia menggunakan kecemburuan sehingga Kain membunuh Habel dan keraguan yang menyebabkan Abraham tidak mempercayai janji Allah. Elia menjadi korban keputusasaan, dan Yunus mempertanyakan perintah Tuhan padanya. Selama beberapa waktu dalam prestasi dan keberhasilan, Setan juga turut mencobai Juruselamat. Sebagian godaan dicatat dalam Alkitab; ada juga yang tidak. Ditulis atau tidak, kebenarannya jika Yesus mengejar semua godaan itu, Dia tidak akan menjadi Juruselamat, dan kita tidak diselamatkan. Tetapi Yesus menolaknya, dan pekerjaan hidup-Nya diterima. Sekarang mereka yang dibawa kepada iman bersukacita karena Juruselamat telah menang atas semua godaan, yang tidak dapat kita menangkan.

DOA: Ya Tuhan, dalam kelemahan saya menghadapi godaan Setan. Saya memohon pengampunan. Berilah kekuatan, saat menghadapi kelemahan saya. Karena kemenangan yang diberikan Kristus bagi saya. Dalam nama Yesus, saya meminta. Amin.

Di dalam Kristus saya tetap hamba-Nya dan milik Anda,

Pastor Ken Klaus, Speaker emeritus The Lutheran Hour

Lutheran Hour Ministries, Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 11-12 Lukas 14: 25-35

Editor / Translate : Azer

Disadur dari : LHM Devotion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.