Yesaya 32: 2

Purchase glucovance 500

Dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

generic drug for detrol la
Semua orang yang pernah melihat angin puting beliung, pasti sepakat bahwa dampak dan kerusakan yang ditimbulkannya begitu serius. Sehingga tidak dapat dipandang remeh, apa saja yang dilewatinya pasti akan mengalami kerusakan. Baik bangunan, maupun benda apapun disekitarnya.

Saat masa nabi Yesaya, semua orang hidup dalam ketakutan serta tidak lagi memiliki harapan hidup. Mereka tinggal dalam persembunyian pada beberapa batu-batu besar, saat terjadi kesulitan bahkan juga mengalami serangan musuh-musuh mereka. Sehingga batu-batu itulah menjadi, satu-satunya harapan bagi mereka.

Badai hidup kita pun, seringkali demikian. Kita diguncangkan oleh ketakutan hidup, saat dalam bahaya. Badai penderitaan menyerang pikiran dan tubuh kita, guncangan dosa mendorong kita. Dalam kematian dan kehancuran hidup, serta jiwa kita.

Allah mengutus Yesaya, untuk menubuatkan pemerintahan mesias. Sehingga semua manusia, akan mendapatkan tempat perlindungan dari badai dan angin topan. Dimana Allah sebagai mesias, memerintah dan menjadi sumber berkat dan perlindungan sejati. Yesaya mengimani akan janjiNya ini. Setelah genap waktunya, Ia pun lahir dan kemudian mati untuk menebus dosa kita. Ia menjadi tempat persembunyian abadi kita, dari badai dan topan dunia. Siapakah Dia? Dialah, Yesus Gunung batu keselamatan kita.

Doa: Gunung Batu dan keselamatan ku, hanyalah Engkau perlindungan ku. Amin.

Bacaan Alkitab: Ayub 36-37, Matius 15: 1-20.

Penulis: Azer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.