Situasi tidak enak badan atau biasanya dikenal dengan istilah sakit, menjadi ketakutan banyak orang mulai dahulu hingga kini. Pokoknya kalau tentang kesehatan , kita akan menemukan banyak jargon-jargon yang muncul demi memberikan informasi betapa pentingnya nilai kesehatan dalam kehidupan seseorang. Misalnya, kesehatan itu mahal harganya! Mencegah lebih baik daripada mengobati! Pola makan sehat mencegah penyakit berat!. Dan masih banyak lagi kita akan berjumpa dengan slogan-slogan lainnya, lalu bagaimanakah hidup yang sehat itu? Apakah obat yang paling mujarab dan ampuh untuk semua penyakit? Sampai saat ini banyak sekali kita jumpai obat-obatan yang ditawarkan tetapi manakah yang terbaik?

Saat mencoba mencarinya, kita akan disadarkan oleh bagian dalam Firman Tuhan yang disampaikan dalam kitab Amsal demikian, Hati yang gembira adalah obat yang manjur (Amsal 17:22b). Kenyataannya Firman Tuhan ini menekankan bahwa sumber penentu baik tidaknya kondisi seseorang adalah hatinya. Hati dipandang bagian yang terpenting dalam aspek kehidupan seseorang, hal ini tentu agaknya bertolak belakang dengan apa yang seringkali kita temukan bahwa ternyata otaklah pusat penentu kehidupan seseorang. Hal ini tentu saja berhubungan erat dengan apa yang disampaikan rasul Paulus, Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan (Roma 10:10a). demikianlah, Ia menjadikan hati sebagian bagian paling penting dalam kehidupan seorang percaya sebab melalui hati sajalah seseorang dapat percaya kepada Tuhan. Kita dapat memahami ternyata hati sangat penting bagi seorang percaya, ketimbang bagian tubuh yang lain termasuk juga otak. Jadi dapat dipahami demikian, seorang percaya dan memiliki iman kepada Tuhan bukan melalui pikirannya atau otaknya tetapi melalui hatinya yang menjadi percaya dan beriman kepada Tuhan.

Selanjutnya, Firman Tuhan menjelaskan bahwa hati yang gembira adalah obat. Artinya adalah orang yang menyadari akan berkat dan penyertaan Tuhan senatiasa dalam hidupnya, inilah yang dimaksud dengan gembira dalam bagian ini. Jadi, seseorang yang sadar dan memahami akan menjadikan hidupnya dan hatinya senantiasa bahagia. Mengapa? Karena ia menyadari bahwa hidupnya ada didalam pimpinan dan penyertaan Tuhan, yang tidak akan pernah salah dan keliru dalam menuntunnya. Sehingga akan mengakibatkan kesadaran sikap hati yang senantiasa mengucap syukur dalam segala keadaaan hidupnya. Orang yang tidak pernah belajar untuk mengucap syukur akan mengalami banyak sekali keluhan, kekuatiran, pergumulan, dan harapan-harapan yang sia-sia. Kesemuanya ini tanpa disadarinya akan mencuri dan merampas kebahagian hidup, yang disediakan Allah bagi semua kita yang mengasihiNya.

Marilah kita semua senatiasa memiliki hati yang gembira, hati yang senatiasa dipenuhi ungkapan syukur dan terimakasih. Atas segala yang diijinkan Tuhan kita hadapi dan alami dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah keliru dalam merencanakan semua yang terbaik bagi kita selama kehidupan ini. Amin.

Penulis: Azer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.