Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya

kepada saudara-saudaranya;

Kejadian 37:5a, 

Setiap orang pasti pernah bermimpi, baik ketika dalam keadaan tertidur maupun dalam keadaan sadar. Mimpi atau suatu imajinasi yang diyakini akan terjadi di masa depan, dapat menjadi suatu energi yang positif dan besar sebagai penggerak/penuntun arah hidup manusia. Mimpi bisa menjadi pendorong perubahan tatanan hidup pribadi, keluarga, & masyarakat, secara positif maupun negatif. Sering kita mendengar dari kisah-kisah orang yang sukses bahwa kesuksesan mereka berawal dari mimpi. Betapa dahsyatnya kekuatan sebuah mimpi!

Setidaknya, ada 3 sifat atau model mimpi yang perlu kita pelajari dan renungkan. Pertama, Mimpi Ego-sentris. Model ini adalah mimpi yang berpusat pada diri sendiri, dimana kesuksesan atau perubahan positif dan besar pada dirinya sendiri menjadi tujuan akhir yang ingin dinikmatinya untuk dirinya sendiri. Contoh: Mimpi menjadi orang kaya, pengusaha sukses, dan lain-lain yang bertujuan untuk kebahagiaan diri sendiri. Kedua, Mimpi Sosio-sentris.Model ini digerakkan oleh keadaan sosial atau masyarakat yang dilihatnya membutuhkan perubahan. Tujuan dari mimpinya bukanlah perubahan pada dirinya sendiri, melainkan pada masyarakat disekitarnya. Contoh: seseorang yang tinggal di lingkungan masyarakat yang kumuh dan miskin, kemudian dia bermimpi bagaimana agar masyarakat tersebut bisa berubah menjadi masyarakat yang maju dan tidak miskin lagi, masyarakat yang mempunyai lapangan pekerjaan.Ketiga, Mimpi Theo-sentris. Mimpi ini adalah mimpi yang berasal dari Theo (Allah), yang bertujuan untuk membawa perubahan dunia ini untuk kemuliaanNya. Kejadian 37: 5, 9, mengkisahkan Yusuf yang menerima mimpi dari Tuhan bahwa Yusuf kelak akan menjadi berkat bagi keluarga, bangsanya sendiri, dan bangsa-bangsa lain. Penggenapan mimpi ini bukanlah untuk kebesaran Yusuf (sekalipun dia menjadi besar dan sukses, menjadi orang no 2 di mesir), melainkan untuk kemuliaan Allah, agar Allah dikenal oleh bangsa-bangsa lain.

Yesus telah memberikan mimpi atau visiNya yang besar kepada kita umatNya. Allah mau memakai kita untuk berbuah (Yoh. 15:8), dan menjadikan semua bangsa muridNya (Mat 28:19-20).Jika Tuhan mau melibatkan kita dalam mimpiNya, adakah kita mempunyai mimpi yang sama? Adakah kita mau terlibat dalam mimpi Tuhan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.