Menjadi Terang di Tengah Kegelapan

(Mat 5:14)

 

“Jauh lebih menyenangkan menjadi terang di tengah-tengah kegelapan, Daripada menjadi Terang di tengah-tengah terang.” (Dana Cole)

Kegelapan datang kepada terang, ataukah terang datang kepada kegelapan? Pertanyaan penting ini patut untuk dipikirkan dan direnungkan bersama terkait panggilan Tuhan bagi kita di tengah-tengah dunia ini. Pemahaman dan pilihan kita terhadap 2 opsi ini, akan mempengaruhi tingkat dan kualitas pergerakan pelayanan gereja dan orang Kristen dalam menyelesaikan Amanat Agung Yesus Kristus.

Bono, salah seorang anggota band U2 berkata “Jika Yesus ada di Bumi, anda akan menemukan Dia berada di bar kaum gay di San Francisco. Dia akan berada di dekat orang-orang yang menderita AIDS. Mereka adalah penderita kusta yang baru. Jika anda ingin menemukan di mana Yesus berada, Dia selalu berada bersama penderita Kusta.” Saya menganalisa, cukup banyak orang Kristen dan gereja lebih sibuk mempesoalkan keberadaan orang-orang yang dianggap aneh dan berbeda dengan mereka yang menganggap dirinya sebagai “orang kudus” atau “terang”, bahkan mengasingkan diri ketimbang mendatangi dan melayani kelompok “orang aneh ini.” Pernyataan kebanyakan orang Kristen “Saya mengasihi mereka, namun membenci dosanya” tampaknya hanya ucapan manis di bibir, dengan ber-jubah-kan pakaian “kesucian” namun ber-topeng-kan “kebencian” atau “kejijikan.” Nampaknya, lebih besarnya kebencian terhadap dosa, telah menghambat orang Kristen untuk menunjukkan kasih kepada mereka yang “terpisah” dari “kelompok orang-orang kudus.” Ironis bukan? Namun hal ini kerap terjadi.

Neil Cole, seorang perintis gereja, menulis kritiknya terhadap gereja secara tajam, demikian “Jangan membawa orang-orang ke Gereja Sehingga kita kemudian bisa membawa mereka kepada Kristus, Tetapi bawalah Kristus kepada orang-orang di mana mereka tinggal.” Di sini, Cole mengkritisi karakter pelayanan gereja dan orang Kristen yang cenderung pasif, bahwa metode yang baik untuk menyelamatkan orang berdosa adalah dengan membawa mereka datang ke gereja untuk diperkenalkan kepada Kristus. Akhirnya, gereja lebih sibuk memikirkan program dan acara yang menarik untuk bisa menarik kehadiran orang-orang, khususnya yang hidup dalam kegelapan, dan berharap bahwa mereka akan mengenal Kristus melalui program mereka. Model ini merupakan contoh dari ilustrasi “kegelapan datang kepada Terang.” Atau dengan lain kata, “biarkan yang terhilang mencari gereja.” Apakah memang demikian cara Yesus melayani? jawabannya adalah: Tidak! Yesus memerintahkan dalam Amanat AgungNya: “Pergi ke seluruh dunia”, namun banyak orang telah memutarbalikkan segala sesuatu dan membuatnya menjadi “datanglah kepada kami dan dengarlah pesan kami.” Dalam hal ini, orang Kristen cenderung bersifat pasif. Tanpa disadari, gereja dan orang Kristen sedang berada di dalam masalah yang serius karena mengabaikan panggilan Allah bagi umatNya untuk menjadi terang bagi dunia.

Yesus sendiri datang ke dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang terhilang dan berdosa. Oleh karena kasihNya kepada orang yang berdosa, Yesus dengan inisiatif sendiri datang kepada orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Yesus yang adalah terang, datang kepada kegelapan!

Bagaimanakah dengan gereja dan kita sebagai orang Kristen? Yesus berkata “Kamu adalah Terang Dunia.” Kita adalah terang Dunia. Itu bukan sebuah pilihan apakah kita mau menjadi terang atau tidak. Itu adalah panggilan Tuhan buat kita, bahwa kita adalah terang. Makna diri kita sebagai Murid Kristus ditemukan didalam kegelapan.  Terang yang paling kecilpun akan mengalahkan kegelapan. Kita dilahirkan dan dipanggil untuk menyingkirkan kegelapan. Panggilan sebagai terang ini mengarahkan kita untuk mendatangi kegelapan, tempat dimana orang-orang terhilang, tanpa pengharapan, berhadapan dengan kematian. Mereka menanti kedatangan dan uluran tangan kita.

 

Bawalah Terang dan kasih Kristus kepada orang-orang

yang berada di dalam Kegelapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.