Renungan 20 Juni 2018

 

Galatia 4:4-7

4.Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

5.Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

6.Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”.

7.Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

Bruno Rafael Paiva adalah seorang guru pengganti bagi guru yang sedang mengambil cuti hamil.

Saat ini disebagian besar kabupaten , hal tersebut tidak menjadi masalah. Di Brazil , tampaknya hal ini menjadi masalah besar. Terlihat dari birokrasi Brazil yang berlapis lapis. Birokrasi membuat segala sesuatu urusan menjadi sulit. Dalam kasus Paiva , ini berarti :

  1. Ia harus mengurus ijin dan mendaftarkan ijin tersebut.
  2. Ia harus memasukkan semua dokumen diri-nya dan dokumen orang yang akan di gantikannya.
  3. Setelah itu ia akan mendapatkan kontrak perjanjian yang harus di tandatanganinya.
  4. Kontrak tersebut dilampirkan bersama dengan dokumen pribadinya untuk pengajuan upah dirinya.

Semuanya itu berarti bahwa : Paiva tidak akan menerima pembayaran gaji-nya dalam waktu 2bulan , dan karena ia tidak mempunyai uang , maka ia akan tidur di sekolah.

Ketika murid-muridnya melihat situasi yang dialaminya , mereka mengumpulkan sebagian dari apa yang mereka punya dan memberikan kejutan kepada Paiva dengan hasil yang terkumpul sebesar 400 real Brazil atau sekitar $107 . Ketika ia membuka hadiah tersebut , Paiva terharu dan berkata : Rasanya tidak percaya . Bagaimana kalian bisa melakukan hal ini ?

Lalu ia menangis.

Setelah itu , di Facebook , Paiva menulis , Saya mempunyai banyak alasan mengapa saya mencintai pekerjaan saya sebagai guru dengan sepenuh hati saya , tetapi sampai saat ini tidak ada alasan bagi saya untuk menunjukkan cinta , bantuan dan kasih sayang dari pekerjaan ini yang dapat dinilai dengan angka.

Setelah menonton video pada saat murid muridnya memberi hadiah tersebut dikelas , saya pun setuju dengan ucapannya.

Kehidupan dunia, imbalan akan diberikan pada saat hadiah terbaik diberikan pada waktu yang tepat dengan motivasi yang benar.

Untuk itulah Paulus menulis kepada gereja di Galatia.

  • Hadiah istimewa adalah Anak Allah yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada Hukum Taurat.
  • Waktu yang tepat adalah setelah genap waktunya, ketika Allah mempersiapkan untuk penyebaran pesan Injil telah selesai.
  • Motivasi yang benar adalah untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat sehingga kita diampuni dan diangkat menjadi anak Allah.

Sekarang , oleh karena apa yang telah Allah lakukan melalui pemberian hadiah istimewaNya , oleh kuasa Roh Kudus , kehidupan kita pun berubah. Jiwa yang penuh dengan dosa telah diampuni dan dipulihkan . Orang yang ditakdirkan masuk neraka , sekarang menuju kepada surga. Seseorang yang merasa kesepian , sekarang mempunyai sahabat sejati , dan seseorang yang hidup dalam kegelapan telah dipindahkan kepada terang.

Semuanya telah diambil alih oleh karena Yesus adalah hadiah yang tepat dari Bapa , yang diberikan pada waktu yang tepat , dan dengan motivasi yang benar.

DOA : Allah yang terkasih , kami tidak dapat meminta maupun sebaliknya Anak Mu , penebus kami , adalah hadiah terindah. Hanya , kami memohon kiranya Engkau dapat menerima ucapan syukur dan pujian kami bagi Dia yang datang pada waktu yang tepat untuk menyelamatkan jiwa kami. Dalam nama Yesus , kami berdoa. Amin.

 

Renungan ini terinspirasi dari berbagai sumber , termasuk 1tulisan dari Suny Skyz pada tanggal 4 Juni 2018. Bagi yang berminat pada artikel tersebut sebagai referensi dapat melihatnya pada link ini : https://www.sunnyskyz.com/good-news/2836/Students-Surprise-Teacher-With-A-Gift-After-Learning-He-Had-Been-Sleeping-At-The-School

Terjemaah dari :https://www.lhm.org/dailydevotions/default.asp?date=20180620

  • DM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.