Matius 6:25

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatirakan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?.

Dr. Thomas Borkovec, seorang peneliti di Penn State University, yang diberi gelar “Dr. Kuatir” karena penelitiannya yang luas tentang kekuatiran, membantu kita dalam memberikan definisi yang lengkap dan sangat berguna bagi kita. Ia berpendapat, “Kekuatiran merupakan serangkaian pikiran dan gambaran-gambaran yang menghasilkan perasaan-perasaan negatif. Pikiran-pikiran tersebut tidak dapat dikontrol, dan berkaitan dengan suatu masalah tertentu yang tidak pasti. Biasanya, orang yang kuatir yakin bahwa kemungkinan besar akan terjadi satu hal atau lebih yang bersifat negatif. Kekuatiran bukan saja tidak berguna, tetapi bahkan merugikan karena bisa memberikan bermacam-macam penyakit.Melalui bagian ini, kita dapat mengerti bahwa kuatir menjadi bagian dari kehidupan semua manusia. Artinya, tidak ada seorang pun manusia yang tidak pernah kuatir didalam hidupnya. Lalu bagaimanakah sikap yang tepat, saat menanggapi kekuatiran hidup kita sehari-hari.

Yesus berkata, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatirakan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?. Melalui bagian Firman Tuhan ini, kita dapat belajar bahwa Yesus memahami bahwa setiap manusia secara umum menjadi kuatir akan kebutuhan jasmaninya. Ini dijelaskan dengan kalimat, ..apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai… Yesus menegaskan bahwa, yang terpenting bukanlah tubuh jasmani melainkan tubuh rohani. Demikianlah, kalau Allah mau memberikan hidup / tubuh, Ia pasti juga mau memberi makanan / pakaian (yang kurang penting). ..bukankah hidup lebih penting… Jadi, bagaimanakah caranya kita menghadapi kekuatiran ini? Apakah yang Yesus ajarkan tentang bagian ini?

Yesus memberikan jawaban secara gamblang pada ayat 33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuannya itu akan ditambahkan kepadamu. Yesus menginginkan orang percaya untuk tidak larut dan tenggelam dalam kekuatiran dirinya sendiri. Sebaliknya, Ia menginginkan semua umatNya mengutamakan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Apa artinya mencari kerajaan Allah dan kebenarannya? Maksudnya adalah hidup untuk Tuhan, mentaati Tuhan, mengutamakan Tuhan. Kalau kita melakukan itu, Tuhan berjanji akan mencukupi kebutuhan kita. Kita dapat melihat contoh pada kisah raja Salomo yang berdoa (1Raja 3:5-13). Karena ia tidak meminta kekayaan, umur panjang dsb, tetapi meminta sesuatu yang bisa memuliakan Allah, maka Allah justru memberi semuanya untuk dia.

Marilah sebagai orang percaya, kita belajar untuk mengutamakan hubungan yang benar dengan Tuhan. Sehingga saat kita menyembahNya dalam roh dan kebenaran, niscaya Ia akan mencukupi semua yang kita perlukan menurut kekayaan kasih karuniaNya. Serta percaya dan yakinlah bahwa, pertolonganNya tidak pernah terlambat untuk menyelamatkan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.