Integritas mulai menjadi barang langka yang mahal harganya saat ini, kita menjumpai banyaknya manusia, menjadikan kejujuran sebagai hal yang aneh. Mengapa saat orang jujur dikatakan sok suci? Bahkan kalau diperhatikan guna meraih kesuksesan yang merupakan cita-cita setiap manusia. Kegagalan dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Sehingga kita dapat menjumpai bahwa hari-hari ini banyak manusia yang cenderung mengupayakan kesuksesan hidupnya dengan apa yang dilakukannya. Kecenderungan inilah yang menjadikan akhirnya muncul istilah segala cara dihalakan demi mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam arti tertentu sebagai suatu motivasi diri sah-sah saja, tetapi perlu dipahami bahwa sebagian orang akhirnya memasukkan cara yang bertentangan dengan prinsip Firman Tuhan. Sebab barometer hidup kita sebagai orang percaya adalah FirmanNya! Demikianlah, kita mencoba memahami apa yang Yesus sampaikan melalui pengajaranNya.

Berhubungan dengan integritas hidup. Yesus berkata, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar (Lukas 16:10). Dengan demikian, Yesus sedang menjelaskan tentang beberapa bagian penting setidaknya, yaitu:

  1. Kata setia, yang diulangi dengan petunjuk lawan katanya pada bagian ini tidak benar. Secara tegas dan tanpa kompromi Yesus Menghubungkan kata setia dengan tidak benar. Dalam bagian ini kata setia berarti kebenaran yang dihubungkan dengan Allah sumber kebenaran itu bukan manusia. Jadi, seorang manusia yang memiliki kebenaran karena berkomitmen selama hidupnya untuk loyal pada Allah sumber kebenaran sejati. Kata tidak benar berarti orang yang tidak memiliki hubungan dengan Allah. Sehingga ia menyukai ketidakbenaran, siapakah sumber ketidakbenaran itu? Yesus berkata dengan tegas Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Tampaklah Yesus mengatakan orang yang tidak benar karena adanya hubungan dengan iblis merujuk pada kata Yesus, iblis adalah bapa bagi manusia pendusta.
  1. Kata perkara kecil, yang diulangi dengan petunjuk lawan katanya perkara besar. Pengertian kata perkara berarti merujuk pada segala sesuatu yang ada dalam kehidupannya. Jadi, selama kehidupannya itulah perkara yang dimaksudkan oleh Yesus. Sehingga setia atau tidak setiannya seseorang akan nampak dalam kesehariannya.

Demikianlah, kita dapat menarik kesimpulan bahwa orang yang setia saat ia mampu berada dalam hubungan yang erat bersama Allah serta FirmanNya. Berlanjut pada hidupnya yang sehari-hari mampu menjadi orang yang benar bukan karena situasi, atau keuntungan tertentu. Tetapi karena ia memiliki hidup yang bersumber dari kebenaran sejati tiulah Allah serta firmanNya, bukan sebaliknya si iblis, bapa segala pendusta.

Aplikasi dan penerapan, yaitu:

  1. Membangun prinsip kehidupan diatas dasar Allah dan FirmanNya sebagai sumber Kebenaran hidup .
  2. Membangun hubungan yang intim dengan Allah dan FirmanNya, melalui adanya waktu khusus yang teratur untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan.

 

Penulis: Azer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.