Pikiran kita seperti kaca jendela. Jika kaca itu jernih, kita melihat semua objek sebagaimana yang sebenarnya. Lain apabila buram, segalanya jadi kabur. Seperti itulah pikiran yang dipenuhi keraguan, kecurigaan, kerisauan, kekalutan, dan ketakutan. Sukar untuk melihat fakta dan memahami kebenaran. Singkat cerita, pikiran seperti itu tidak terbuka. Dihantui bayang-bayang kekusutannya sendiri.

 

Seperti kaca jendela yang perlu dibersihkan secara rutin, demikian pula pikiran kita. Jangan dibiarkan tercemar oleh pelbagai hal buruk. Mari kita menekuni dan mendalami kebenaranagar kemampuan kita melihat kenyataan semakin terasah. Jendela pikiran kita pun akan semakin jernih sehingga kita leluasa menyaksikan kebenaran yang indah dan cemerlang.
PIKIRAN YANG JERNIH MEMBUKA DIRI
TERHADAP KEINDAHAN KEBENARAN.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.