Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;

jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”  (Luk 1:38a)

 

Hubungan orang Kristen dengan Allah tidak dapat dipisahkan dengan 2 hal penting, yakni kehendak dan ketaatan. Pertumbuhan iman orang Kristen bertumpu terhadap 2 hal ini. Tidaklah sulit untuk memahami bahwa orang Kristen harus hidup taat kepada kehendak Bapa di Sorga, namun pada prakteknya hal tersebut sulit untuk dilakukan. Tidak sedikit orang Kristen yang menghendaki agar keinginan atau kehendaknya dikabulkan oleh Tuhan, ketimbang memenuhi apa yang Tuhan kehendaki. Dengan menggunakan alasan iman, orang Kristen berdoa “memaksa” Tuhan agar menuruti kehendaknya. Apakah ini adalah sikap yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Kita perlu belajar bahwa Iman orang Kristen itu tunduk kepada kehendak atau kedaulatan Allah, bukan menundukkan kehendak/kedaulatan Allah.

Alkitab memberikan cukup banyak contoh tokoh-tokoh yang hidup sesuai atau taat kepada kehendak Tuhan. Kali ini, kita fokus belajar kepada Maria, ibu Yesus. Suatu waktu, Maria dikunjungi malaikat Gabriel yang memberitakan bahwa ia akan mengandung bayi Yesus, bayi yang dikandung oleh Roh Kudus dan bukan hasil persetubuhan manusia. Padahal, saat itu Ia masih bertunangan dan belum bersetubuh dengan Yusuf. Berita ini sesungguhnya membahayakan Maria yang saat itu masih perawan dan belum berstatus sebagai seorang Istri. Pada zaman itu, seorang wanita yang kedapatan hamil padahal statusnya belum sebagai seorang istri, maka ia akan dituduh berzinah dan dihukum mati dengan dirajam (dilempari batu sampai mati). Secara manusia, Maria tentu saja memikirkan keselamatan dirinya dan dapat menolak berita dan program Allah tersebut. Maria bisa saja menolak kehendak Allah tersebut dan mengutamakan keselamatan atau kehendaknya sendiri. Namun, Maria justru berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan/kehendakmu”. Inilah kerendahan hati Maria yang memilih dan bersedia untuk menaati kehendak Bapa di Sorga, sekalipun itu membahayakan hidupnya sendiri.

Saudaraku, Tuhan menghendaki kita untuk menjadi murid Kristus yang berbuah. Mustahil kita bertumbuh menjadi murid yang berbuah jikalau kita tidak belajar dan merendahkan diri untuk menaati kehendak Allah. Orang Kristen yang selalu menuntut Allah untuk memenuhi segala keinginannya, adalah orang Kristen yang kekanak-kanakan. Salah satu tanda murid Kristus yang sejati dan bertumbuh ialah selalu berkata “Jadilah kehendak-Mu Tuhan, bukan kehendakku.” Ia lebih senang berpikir dan berperilaku untuk menyenangkan Allah melalui ketaatannya kepada kehendakNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.