INJIL DAN PEMURIDAN

(Matius 28:19-20; Kisah Para Rasul 1:8)

 

Pada bulan Mei ini, umat Kristiani diingatkan kembali akan dua moment penting dalam sejarah kekristenan, yakni hari kenaikan Yesus Kristus ke Surga dan hari Pentakosta. Dua peristiwa bersejarah ini tidak bisa dipisahkan, dan merupakan pondasi penting dalam kehidupan Kristen, yakni Amanat Agung dan Kuasa Roh Kudus. Melalui Amanat Agung, Gereja sebagai representatif Kristus meneruskan pelayanan Yesus Kristus dan para rasul untuk memberitakan Injil. Dan melalui Kuasa Roh Kudus, Gereja diberdayakan dalam pelayanan Amanat Agung tersebut. Oleh sebab itu, gereja tidak akan mampu melaksanakan dan menyelesaikan Amanat Agung Yesus Kristus jikalau Roh Kudus tidak turun dan menyertai anak-anakNya.

Ada satu pernyataan menarik dari Jim Putman yang patut direnungkan bersama: “Too often Christian focus rightly on the gospel message of the Cross but forget about the discipleship process Jesus revealed and modeled. He came not only to die, but also to give us a model for disciple-making that trains Christians so they can accurately represent Him and deliver His message to the world.” Pernyataan Putman ini menyiratkan bahwa Injil tidak dapat dipisahkan dari Pemuridan. Pemuridan menjadi kunci penting bagi efektifitas penyelesaian amanat agung. Patut disayangkan jika gereja dan anak-anakNya memisahkan kedua hal ini. Tidak sedikit orang Kristen yang telah menerima Injil keselamatan, namun tidak bersedia untuk dimuridkan. Tidak jarang pula gereja-gereja dan pimpinan gereja yang puas dengan statistik angka jumlah orang yang baru dibaptis, namun tidak peduli dengan jumlah murid Kristus yang hidup menaati Allah dan terlibat dalam penyelesaian Amanat Agung. Terkadang, pemuridan ditafsir hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang terpanggil untuk melayani Allah. Padahal, pemuridan itu berlaku untuk semua orang yang telah menerima Injil keselamatan Yesus Kristus.

Allah menghendaki setiap orang yang telah diselamatkan untuk hidup menaati Allah, itulah inti dari pemuridan yang terkandung dalam Amanat Agung, sebagaimana yang ditegaskan oleh Putman bahwa: ”Discipleship is so much more than just sharing the news about Jesus; it is also about teaching people to obey the commands Jesus gave us. Dengan demikian, yang disebut murid Kristus, bukanlah sekedar orang yang telah menerima Injil dan mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun juga orang yang terus diubahkan hidup dan karakternya oleh Roh Kudus dan hidup dalam ketaatan. Selain itu, murid Kristus adalah orang yang berkomitmen untuk misi Allah. Murid yang bukan hanya telah menerima Injil, namun juga turut memperluas Injil melalui hidup dan pelayanannya.

“Injil dan Pemuridan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam Kekristenan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.