Mazmur 28: 1

Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiamdiri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisuterhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kuburKadang kita menjadi bingung saat sepertinya, Tuhan tidak memberikan petunjuk apa pun bagi kita. Sebenarnya Ia memiliki banyak cara untuk menyampaikan kehendakNya, tetapi kenyataannya mengapa? Ia seringkali, tidak berkata apa-apa? Mengapa?

Ada kekuatiran, mungkinkah Tuhan sedang menyatakan hukumanNya. Tidak mungkin kita membohongi nurani, saat kita melanggar kehendakNya. Tetapi percayalah kita dapat senantiasa duduk diam di hadiratNya, serta memohon ampunan belas kasihNya. Ia akan menyambut kita dengan tangan terbuka, seraya berkata Semua dosamu telah diampuni. Saat Ia sedang memalingkan wajahNya, hampirilah tahtaNya. Seraya mengakui dan meminta pengampunanNya, atas semua dosa kita.

Anggapan Allah diam, tidak boleh melahirkan pemikiran bahwa Allah tidak memperdulikan kita. Karena Ia sendiri menanggalkan ke-Allahan-Nya serta mengambil rupa manusia, karena kasihNya bagi kita. Membiarkan diri dihina, dihajar, dan disalibkan karena kepeduliaanNya. Menanggung segala kelemahan kita, karena cintaNya. Sesungguhnya Ia selalu memperdulikan kita. Bahkan saat kita mengira Ia diam dan tidak peduli, Ia tetap mengawasi kita!

Doa: Ajarkanlah kami senantiasa meyakini Engkau selalu ada, dan mengetahui segala yang kami Alami. Trimakasih ya Yesus, Juruselamat ku. Amin.

Bacaan Alkitab: Ayub 41-42, Matius 16.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.