“Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang

pada hukum-hukum-Mu yang adil”

(Mazmur 119:106)

Kita telah belajar bahwa anugerah Allah yang menyelamatkan orang percaya, adalah anugerah yang juga mendidik atau mendisiplinkan orang percaya agar hidup sesuai dengan tujuan keselamatan itu sendiri, yakni menjadi manusia baru yang hidup selaras dengan kehendak dan karakter Allah. Adalah penting untuk dipahami bahwa didikan atau disiplin rohani tidaklah bertujuan sebagai upaya untuk memperoleh keselamatan atau “mempertahankan” keselamatan agar tidak hilang, melainkan sebagai panggilan untuk masuk di dalam proyek keselamatan itu sendiri. Oleh sebab itu, diperlukan disiplin dan komitmen yang kuat dalam memenuhi panggilan Allah ini.

Ketika orang Kristen diselamatkan oleh Allah, maka orang Kristen diperhadapkan dengan suatu komitmen untuk hidup menghormati Allah melalui ketaatan kita kepada kehendak-Nya atau hukum-Nya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Pemazmur “Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil” (Mzm 119:106). Salah satu kunci penting untuk menjadi murid yang bertumbuh adalah disiplin komitmen. Jikalau kita tidak memiliki komitmen atau kemauan yang kuat untuk bertumbuh selaras dengan kehendak dan karakter Allah, maka itu adalah tanda bahwa kita sedang mengalami kemunduran atau bahkan kematian rohani.

Tentu saja, perjuangan memenuhi komitmen ini tidak mudah seperti membalikkan tangan. Tidak jarang kita mengalami kegagalan demi kegagalan dalam perjuangan kita untuk menaati Allah. Namun, jikalau kegagalan kita tidak disertai dengan kerinduan atau komitmen untuk bangkit kembali, maka semakin lama kita tidak akan takut lagi ketika gagal menaati Allah. Ketika kita tidak punya lagi hati yang takut akan Tuhan, maka komitmen kita akan menjadi lemah, dan pertumbuhan kita akan semakin terhambat.

Sebagaimana kita sudah belajar mengenai disiplin anugerah bahwa kita memerlukan anugerah Allah agar kita dimampukan untuk hidup disiplin menaati Allah, maka kita juga memerlukan anugerah Allah agar kita mampu menepati komitmen kita. Alkitab mengajarkan bahwa kita dimampukan oleh Allah untuk terus bertahan dalam keteguhan sampai pada akhirnya. Kita bukan hanya diselamatkan oleh Allah, tetapi kita dijaga dan ditopang oleh kuasa dan kasih Allah untuk memenuhi komitmen kita untuk mengasihi dan menaati Allah.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.