Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

(Titus 2:11-12)

Keselamatan yang telah dianugerahkan kepada semua orang bukanlah semata-mata agar kita beroleh keselamatan atau terbebas dari hukuman kekal. Keselamatan yang Tuhan berikan juga bertujuan agar orang percaya memulai kehidupan baru, hidup yang selaras dengan kehendak dan karakter Allah. Sayangnya, tidak sedikit orang Kristen lebih fokus dan menikmati anugerah Allah, namun mengabaikan atau menyepelekan tanggung jawabnya untuk hidup sebagai manusia baru yang hidup dalam ketaatan dan kekudusan. Kerinduan kita untuk hidup dalam kekudusan dan ketaatan menunjukkan bahwa kita sedang mengalami pertumbuhan iman.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam kekristenan adalah relasi antara disiplin rohani (menjaga kekudusan, membaca Alkitab, berdoa, puasa, ibadah, dll) dengan Anugerah Allah. Apakah disiplin rohani akan mempengaruhi keselamatan yang Tuhan beri? Bukankah anugerah Allah adalah pemberian Allah secara cuma-cuma kepada manusia yang berdosa?Akankah keselamatan itu menjadi hilang jikalau kita tidak melakukan disiplin rohani? Kita harus melihat relasi anugerah dan disiplin rohani secara seimbang, seperti 2 sayap pada pesawat yang keduanya dibututhkan agar dapat terbang dengan seimbang dan baik. Demikian halnya dengan pertumbuhan iman orang Kristen, anugerah Allah dan disiplin rohani dibutuhkan agar kita mengalami pertumbuhan iman. Rasul Paulus mengajarkan bahwa Anugerah Allah yang menyelamatkan semua orang berdosa secara cuma-cuma. Pada saat yang bersamaan, anugerah yang sama pula yang mendidik orang percaya untuk hidup meninggalkan kefasikan atau kehidupan dosa kita serta hidup di dalam kebenaran firman Tuhan, bijaksana, dan ketaatan. Jelaslah bawa anugerah Allah dan disiplin rohani bukanlah sesuatu yang bertentangan.

Tanpa anugerah dan kuasa Allah, tidak akan mungkin orang bisa hidup dalam kekudusan dan menaati Allah. Alkitab jelas mengajarkan kepada orang percaya bahwa kita dimampukan oleh Allah untuk terus bertahan dalam keteguhan sampai pada akhirnya. Kita bukan hanya diselamatkan oleh Allah, tetapi kita dijaga dan ditopang oleh kuasa dan kasih Allah.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.