Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat

apa yang Kuperintahkan kepadamu

(Yohanes 15:14)

Ungkapan “Yesus sahabatku” adalah ungkapan yang tidak asing di telinga orang Kristen. Dengan ungkapan ini, banyak orang Kristen memahami dan mengenal Yesus yang sebagai Pribadi yang setia terhadap kita, yang selalu memperhatikan, dan menolong kita anak-anakNya. Sekilas, tidak ada yang salah dengan ungkapan ini, namun jikalau pemahaman “sahabat” dalam bingkai persahabatan atau relasi orang Kristen dengan Kristus hanya dipandang pada satu sisi, yakni “Yesus Sahabatku”, dan mengabaikan sisi relasi yang lain, yakni “Menjadi sahabat Yesus”, maka pertumbuhan iman kita tidak akan sehat atau timpang. Sebab, Alkitab jelas mengajarkan 2 sisi dari persahabatan ini sebagai satu kesatuan yang perlu ditumbuhkembangkan murid-murid-Nya.

Pada bagian awal Yohanes 15 (ay.1-8), Yesus mulai mengajar murid-muridNya mengenai sebuah relasi Persahabatan melalui ilustrasi pokok anggur dan ranting. Yesus mengajarkan bahwa diluar-Nya, kita tidak bisa berbuat apa-apa atau bertumbuh (ay.4,5), kebenaran ini merupakan salah satu sisi Persahabatan orang percaya dengan Kristus, “Yesus Sahabatku”, bahwa tidak mungkin kita bisa mengalami pertumbuhan iman dan berbuah jikalau kita terpisah dari sahabat kita, Yesus. Oleh sebab itu, Yesus turut memberikan kunci mengembangkan persahabatan yang akrab dan progresif (semakin lama semakin maju), yakni melalui firman-Nya dan doa (ay.7)

Yesus melanjutkan percakapan dengan murid-Nya dengan mengajarkan sisi kedua dari Persahabatan (ay.9-27), yakni “menjadi sahabat Yesus.” Yesus sendiri menegaskan kepada murid-muridNya saat itu, dan hal ini juga berlaku kepada kita saat ini “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu”(ay.14). Jelas bahwa Tuhan memghendaki kita menjadi sahabat-Nya, dan salah satu kriteria yang Ia tuntut ialah ketaatan kita kepada kehendakNya. Oleh sebab itu, pernyataan “Bertumbuh menjadi sahabat Allah” berbicara mengenai sikap dan karakter kita terhadap kehendak Allah. Ini tidak berbicara mengenai apa yang Tuhan lakukan untuk kita, namun berbicara mengenai apa yang kita lakukan untuk Tuhan?

Oleh sebab itu, salah satu cara menguji apakah kita sudah bertumbuh menjadi sahabat Allah atau tidak, lihatlah ketaatan kita kepada Allah. Jikalau kita melihat Yesus sebagai sahabat kita yang setia mengasihi kita, apakah Yesus sudah melihat kita sebagai sahabat-Nya yang menaati-Nya dan menyenangkan-Nya? Orang Kristen yang bertumbuh sebagai sahabat Allah ialah seorang yang tidak hanya terus mensyukuri kasih Tuhan yang diterima, namun juga memikirkan dan berjuang untuk menaati Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.