Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja

sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

(Yakobus 1:22)

Allah tidak hanya sekedar menginginkan orang Kristen diselamatkan dan mengenal Tuhan Yesus Kristus, Ia juga ingin agar kita bertumbuh sesuai dengan kehendakNya. Keselamatan adalah anugerah Allah yang langsung kita terima pada saat kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, namun pertumbuhan rohani merupakan suatu proses yang memerlukan waktu dan usaha yang aktif. Salah satu faktor penghambat mengapa orang Kristen tidak mengalami pertumbuhan ialah karena sikap yang mudah mendengar firman Tuhan, namun tidak mau melakukan atau menaati firman Tuhan yang didengar.

Jika kita membaca Injil Markus 4:1-2, tercatat bahwa Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang penabur dan 4 jenis tanah sebagai suatu ilustrasi bagaimana berita Injil akan diterima oleh dunia ini. Dalam ilustrasi ini, benih dilambangkan sebagai firman Tuhan, dan jenis tanah dilambangkan sebagai sikap hidup, hati, dan tindakan kita terhadap benih firman Tuhan yang kita terima. Ada 3 kebenaran yang dapat dipelajari dari ilustrasi ini. Pertama, pertobatan, pertumbuhan, dan berbuah merupakan hasil dari tanggapan kita terhadap firman Allah. Kedua, tanggapan dunia maupun orang Kristen terhadap pemberitaan Injil akan berbeda-beda. Ada yang mendengar, tetapi tidak akan mengerti (ay.15). Ini adalah tipe orang yang tidak pernah sungguh-sungguh memberi perhatian kepada firman Allah dan tidak mau berurusan dengan kerajaan Allah; ada juga tipe orang Kristen yang percaya hingga diselamatkan, tetapi kemudian akan mundur lagi oleh karena berbagai tantangan yang ada (ay. 16-19). Ini adalah tipe orang yang komitmennya dangkal, yang meletakkan komitmen dan iman mereka kepada kehidupan yang nyaman dan bukan kepada kehidupan yang diwarnai pelayanan;Terakhir, ada tipe orang Kristen yang percaya sehingga diselamatkan, bertekun dan menghasilkan buah dengan tingkat yang berbeda-beda (ay.20). Ketiga, Musuh firman Allah adalah iblis, kekuatiran, kekayaan, dan segala kesenangan dunia (ay. 15,19).

Kita harus ingat bahwa hal yang mengubah kehidupan kita adalah firman Tuhan. Kita seringkali mempercayai ini, namun tidak menaatinya. Kita sering mendengar firman Tuhan, namun kita tidak melakukannya. Yakobus berkata Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.