Ibrani 4:15

Sebab Imam Besaryang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Kata simpati berasal dari bahasa Yunani, yang berarti berbagi penderitaan. Dengan demikian bersimpati berarti, memahami apa yang dirasakan orang lain dan ikut mengalami apa yang dialaminya.

Yesus selalu merasakan, apa yang dirasakan orang yang dilayaniNya. Misalnya, KasihNya yang begitu besar ditunjukkanNya saat Lazarus meninggal. Ia ikut bersedih bersama dengan Maria dan Marta, bersama-sama menangis dengan mereka. Sehingga mereka pun berkata demikian, Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nyakepadanya!”.

Kita semua pun amat dikasihiNya, sehingga Ia turut merasakan apa yang kita alami. Tanpa menghiraukan apa masalah dan pergumulan kita, Dia peduli. Kita tidak mungkin dapat melewati semuanya sendirian, inilah penghiburan kita!

Karena kita menyadari kebenaran ini, kita belajar untuk bersimpati dengan sesama kita. Pengalaman ini mengajarkan kita, untuk belajar bersimpati akan penderitaan dan kesusahan orang lain. Kesaksian kita adalah, saat kita ikut merasakan kesedihan yang dirasakan orang lain. Inilah kebenaran itu! Yesuslah teladan kita. Sebagai Juruselamat, Ia menguatkan kita senantiasa. Marilah kita menjadi berkat, dengan penuh ketulusan menunjukkan simpati pada sesama kita.

Doa: Tuhan, saat engkau menyertai kami dalam kesusahan. Ajarkanlah kami, sehingga kami pun turut bersama saudara-saudara kami dalam kesusahan mereka. Amin.

Bacaan Alkitab: Ayub 30-31, Matius 13: 31-58.

Penulis: Azer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.