Takut..! mungkin itulah kata, yang mengekspresikan salah satu bentuk perasaan manusia didalamnya terdapat ketidakmampuan terhadap sesuatu. Biasanya para anak-anak sekolah dasar, akan mulai ketakutan. Saat mendengar disekolahnya, diadakan pemberian vaksin atau pelayanan kesehatan sejenisnya. Pikiran takut akan jarum suntik, yang akan mereka rasakan menjadikannya sangat kuatir. Lain anak-anak lain pula, para orang dewasa. Ketakutan yang dimulai, karena kuatir akan bagaimana kehidupannya pada masa depan, bagaimana pekerjaan yang dapat membawa kenyamanan? Serta masih banyak lagi. Ketakutan dapat dipahami, sebagai merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana: contohnya,anjing ini jinak, engkau tidak perlu takut. Jadi, ketakutan berkaitan rasa gentar ngeri terhadap sesuatu yang memberikan pengaruh tertentu.

Lalu apa yang dimaksudkan, bagian Firman Tuhan dengan takut akan Tuhan? Selanjutnya pada bagian Firman Tuhan, Amsal 1:7 Takut akan Tuhan. Dalam kitab Amsal sendiri penggunaan kata ini begitu banyak (misalnya, Amsal 8:13, 9:10, dsb). Sehingga kita dapat memperhatikan, betapa pentingnya kata ketakutan bagi kehidupan orang percaya. Dalam bagian Firman Tuhan tadi, kata takut berarti adanya rasa kagum, hormat, tunduk, yang menjadikan munculnya sikap mengasihi. Sehingga akan takut bila, melakukan sesuatu yang menyakiti objek yang dikasihi tersebut. Demikianlah, takut akan Tuhan ialah rasa tunduk, hormat, dan kagum sehingga sangat mengasihiNya. Menjadikan takut pada kebesaranNya, kuasaNya, kemulianNya. Rasa takut ini merupakan, sebab-akibat dari adanya hubungan yang erat serta mendalam dengan Allah.

Bagian ini menjadi sangat penting, sebab Allah sendiri menginginkannya. Sebagai orang percaya, kita dapat belajar dari apa yang dialami bangsa Israel. Pada bagian Alkitab dijelaskan, Tetapi sekarang, mengapa kami harus mati?. Sebab api yang besar ini, akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara Tuhan, Allah kita, kami akan mati. Ulangan 5:25. Ungkapan ini muncul, sesudah peristiwa Allah menampakkan diri pada mereka melalui api yang dahsyat. Sehingga pernyataan tadi menunjukkan, betapa orang Israel amat takut akan kemahakuasaan Tuhan. Ketakutan yang benar dari bangsa Israel, akan menjadikan mereka dengan taat dan setia mengasihi Tuhan. Sehingga mendatangkan, berkat dan damai sejahtera dariNya dalam Kehidupan mereka.

Serupa dengan itu, bagaimana dengan kehidupan kita sebagai orang percaya. Adakah rasa takut dan gentar, akan kemahakuasaanNya dalam diri kita? Sepanjang perjalanan kehidupan kita, hingga saat ini. Seringkali dengan mata kita sendiri, bahkan hidup pribadi serta orang-orang kita kasihi. Mengalami secara langsung dan nyata, akan kebesaran dan kemahakuasaanNya, sehingga menjadikan kita kagum, takjub, dan heran akan kebesaran kuasaNya. Masihkah kesetian itu sampai kini kita hidupi? Adakah ketakutan-ketakutan yang lain, mengurangi rasa hormat, cinta, takjub kita pada Allah pencipta kita? Hanya dengan menyadari kembali, oleh persekutuan pribadi bersamaNya. Kita akan mendapatkan, kegentaran kemakuasaanNya. Menjadi sangat segan akan kekudusanNya, kuasaNya. Sebab Ia merindukan ketaatan yang benar, disadarkan rasa cinta dan kasih yang tulus dari kita padaNya. Karena kelimpahan berkat dan damai sejahteraNya, dianugerahkanNya bagi semua kita. Yaitu, mereka yang senantiasa mengasihiNya dalam segenap kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.