Pengkhotbah 11:9 (BIMK)
Nikmatilah masa mudamu, hai pemuda! Bergembiralah selama engkau masih remaja. Penuhilah segala hasrat jiwamu, laksanakanlah semua niat hatimu. Tetapi ingat, Allah yang ada di surga, kelak mengadili tindakanmu semua.

Remaja menjadi masa-masa indah sekaligus masa dimana seseorang itu sangat bergairah untuk belajar, memutuskan sesuatu dan menunjukan jati dirinya. Namun semangat muda yang begitu besar dan kurang didukung oleh edukasi yang tepat, tak jarang mendorong para remaja memenuhi hasrat jiwa mereka dengan caranya sendiri, membuat mereka melakukan hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan norma masyarakat, seperti terjerumus dalam ketergantungan narkoba, terlibat dalam tindak kejahatan. Perkembangan teknologi yang begitu pesat, yang tidak disikapi dengan bijaksana saat ini juga memiliki dampak negatif terhadap kehidupan para remaja, seperti ketergantungan pada internet.

Mengutip unggahan RomoAntonius Joko Scj, di media social Facebook “Hidup tapi seperti mati” yang menceritakan bahwa hari-hari ini hidup seseorang itu hanya seputar dunia ponsel. Akibat dari kecanduan ponsel seorang remaja itu bisa jadi pemarah, egois, susah untuk fokus, pemalas, tidak peduli dengan sekitar dan juga sampai gangguan jiwa. Sedangkan terkait dengan keterlibatan orang muda kepada narkotika, menurut data Badan Narkotika (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dimuat media online CNN Indonesia pada tanggal 22 Juni 2019 menyebutkan bahwa 2,3 juta pelajar dan mahasiswa pernah mengkomsumsi narkoba di Indonesia, sedangkan didunia ada 275 juta orang dalam rentang usia 15-64 pernah mengkomsumsi narkoba minimal satu kali. Dari angka tersebut maka permasalahan narkoba menjadi masalah serius di remaja khususnya remaja di Indonesia. Permasalah ini bukan hanya tugas pemerintah tapi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dengan gereja. Gereja juga harus berperan aktif mengatasi persoalan para remaja.

Alkitab memberi tahu kepada kita bahwa remaja harus bergembira dan memenuhi hasratnya namun bukan berarti untuk bergembira harus melakukan hal-hal yang bisa merusak diri sendiri. Para remaja yang sudah terjerumus kedalam keterikatan-keterikatan diatas tersebut harus dipulihkan, harus dibebaskan dari semua kebiasan buruk mereka, dan itu bukanlah perkara yang mudah. Gereja harus mampu memperkenalkan Tuhan Yesus sebagai pribadi yang bisa memuasakan hasrat mereka pribadi yang mampu membuat mereka bergembira, gereja bisa membuat para remaja tertarik terhadap Tuhan Yesus Kristus. Gereja harus bisa memberikan ruang yang lebih bagi para remaja untuk banyak terlibat dalam kegiatan-kegitaan gerejawi. Dengan memberi ruang yang lebih kepada para remaja, gereja akan leluasa membimbing dan menjangkau para remaja. Tuhan Yesus mampu menolong setiap remaja yang terjerumus dalam segala keterikatan dunia ini dan agar mudah memperkenalkan remaja terhadap Tuhan Yesus kita juga perlu memahami perkembangan kehidupan anak muda serta  menyampaikan setiap akibat yang timbul bila remaja  jauh menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan, sebab dihari terakhir Tuhan Yesus akan menjadi hakim yang adil akan setiap perbuatan mereka. Sehingga para remaja tahu bahwa ada Tuhan Yesus melihat semua apa yang diperbuat, sebab tidak ada yang tersembunyi dihadapan Tuhan Yesus.

 

Penulis : Antoni Simanjuntak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.