Tentu tidaklah sulit bagi kebanyakan orang untuk menyebut, mengenang, dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemajuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sedari kita kecil dan bersekolah, kita sudah diajar dan diajak untuk mengenal dan mengenang jasa-jasa pahlawan Indonesia, misalnya; Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Jendral Soedirman yang dikenal dengan perang gerilyanya, Pangeran Diponegoro yang dikenal dengan perjuangannya melawan penjajahan Belanda. Ada juga Ibu Kartini dan Raden Dewi Sartika, Wanita Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan gender dan Pendidikan bagi kaum wanita, kaum yang acapkali terpinggirkan. Ada cukup banyak cara dan peringatan yang kita lakukan untuk mengenang jasa perjuangan mereka. Tentu saja hal-hal tersebut memudahkan mereka untuk menjadi “pahlawan yang dikenal”, pahlawan yang berjasa bagi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Di Indonesia, dengan mudah kita dapat mengingat dan memperingati hari pahlawan, yakni setiap tanggal 10 November.

Namun tahukah sahabat, bahwa pada  10 Agustus 2019, Indonesia juga sedang memperingati hari Veteran Nasional? Waaahh, apa tuh hari Veteran Nasional? Yakni suatu hari khusus untuk mengenang dan memberikan penghormatan kepada para orang-orang yang pernah ikut berjuang dalam perang dan upaya meraih kemerdekaan Indonesia tahun 1945, serta sampai saat ini masih hidup. Pada umumnya, para veteran adalah orang yang sudah lanjut usia, dan kondisi tubuh sudah lemah. Kalau kita mau jujur, apakah ada nama-nama veteran Indonesia yang kita kenal baik?dapatkah kita menyebut minimal 2 orang yang dikategorikan sebagi veteran nasional? Barangkali kita tidak mengenal dan peduli dengan para veteran. Padahal, berkat kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tidak terlepas juga dari perjuangan para veteran. Dengan perjuangan yang gigih dan rela mengorbankan nyawanya, mereka berjuang demi kebebasan dan kebahagiaan hidup generasi terkemudian, termasuk kita saat ini.

Karena fakta-fakta ini, para veteran nasional ini juga dapat dikategorikan sebagai “pahlawan yang tak dikenal,” yakni, orang-orang yang tidak tenar atau popular secara nama maupun sumbangsihnya, namun tetap memiliki pengaruh yang tidak bisa dibilang tidak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dengan kata lain, sesungguhnya kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari perjuangan “pahlawan yang tak dikenal” Sudah sepatutnya lah kita memperhatikan dan memberi apresiasi kepada para veteran. Tuhan secara gamblang menegaskan ”Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN” (Imamat 19:32). Untuk orang yang sudah lanjut usia saja Allah minta untuk kita hormati, apalagi untuk para veteran? Selain sudah lanjut usia, para veteran ini juga adalah orang yang telah berjasa dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tentu saja mereka layak untuk kita hormati. Para veteran, pahlawan yang tak dikenal ini, telah memberikan yang terbaik demi kesejahteraan generasi masa kini. Maka, sudah selayaknya lah kita juga memperhatikan kesejahteraan mereka. Mirisnya, kondisi para veteran bisa dibilang jauh dari layak. Dilansir dari jpnn.com, Ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) Cabang Kabupaten Bekasi Edi Somad mengatakan bahwa kondisi rekan-rekannya sesama pejuang hidupnya dalam kondisi memprihatinkan. Ia mengakui perhatian Bupati Bekasi terhadap kesejahteraan mantan pejuang masih kurang.

Fakta memprihatinkan yang dialami “pahlawan yang tak dikenal” ini, seharusnya mendorong kita untuk memberi perhatian kepada mereka. Mungkin saat ini kita belum bisa bertemu dengan veteran secara langsung, namun setidaknya kita bisa melakukan tindakan kecil dan tidak terlihat, namun sangat berarti buat mereka, yakni berdoa. Dengan berdoa, kita menyerahkan mereka kepada Tuhan dan memohon agar berkat dan damai sejahtera boleh mereka alami. Kita patut mendoakan veteran dan mengharapkan bahwa Tuhan menggenapi janji-Nya bagi para orang yang sudah lanjut usia “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus” (Yesaya 46:4). Kita meyakini bahwa sekalipun para veteran ini kurang dikenal dan diperhatikan dengan baik, namun Tuhan mengenal dan memperhatikan mereka.

Yuk, mari kita menaruh hormat, mendoakan, dan memperhatikan “pahlawan yang tidak dikenal” ini sebagai bentuk ketaatan dan kasih kita kepada Tuhan dan sebagai bentuk ucapan terima kasih kita atas berkat Allah melalui perjuangan para veteran untuk kesejahteraan dan kemerdekaan kita yang saat ini kita nikmati. Tuhan memberkati veteran Indonesia.

 

Sumber Gambar : By Spotters www.shutterstock.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.