Kasih adalah istilah yang lumrah diketahui oleh semua orang, tetapi tidak mudah untuk diterapkan dalam kehidupan. Dapat dijumpai banyaknya sinetron, kisah, buku, dll. Menjelaskan mengagungkan tentang kasih dan mengasihi. Lalu bagaimana pandangan Kristus tentang kasih. Dalam bagian Firman ini Tuhan dijelaskan, bahwa Yesus berkata Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Matius 5:44. Menyimak secara jeli akan perkataan Yesus, mendefinisikan kasih dalam pengertian kasih bagi musuhmu, serta yang menganiaya kamu. Apa maksud Yesus dari semuanya ini? Mengapa orang percaya ditantangNya untuk mengasihi musuh dan penganiaya?.

Kenyataannya Yesus menaikkan standart kasih bagi semua orang percaya. Kalau kasih secara umum dipahami adalah berbuat baik terhadap orang yang baik pada saya. Sebaliknya, berbuat jahat pada mereka yang jahat pada saya. Yesus menyinggung hal ini dengan berkata Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?. Demikianlah, Yesus menantang orang percaya untuk menaikkan lagi standart kasih yang mereka miliki. Ia menginginkan orang percaya bukan hanya mengasihi orang yang baik saja, sebab ini juga dilakukan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan. Tetapi menginginkan mereka naik tingkat lagi, dengan mengasihi orang yang membenci mereka. Tapi tidak hanya sampai disitu, Ia juga menghendaki agar mereka tetap juga mengasihi orang yang berbuat jahat. Bagaimana orang percaya dapat melakukan hal ini? Karena respon membalas yang jahat terhadap orang berbuat jahat, bagaikan suatu sistem otomatis yang telah ada dalam prinsip, serta pola pikir manusia dewasa ini pada umumnya. Kata kasih dalam bagian Firman Tuhan ini berarti merujuk pada kasih Allah. Jadi, untuk dapat mengasihi orang yang jahat, pembenci orang percaya. Yesus meminta mereka tidak mengasihi dengan kasih yang mereka miliki, tetapi sebaliknya mengasihi berdasarkan kasih Allah yang telah mereka peroleh ketika menerima Kristus. Kasih Kristus sajalah yang dapat menjadikan kita mengasihi orang yang berbuat jahat, pembenci kita. Sehingga dapat disimpulkan, bagaimanakah kita dapat melihat kasih Kristus dalam hidup seseorang percaya? Mungkin bagian Firman Tuhan ini dapat menjadi petunjuk yang jelas. Akan kelihatan melalui seberapa mampu dan nyata orang percaya tersebut dapat mengasihi orang-orang yang berbuat jahat kepadanya. Bahkan mendoakan mereka.

Tidak berhenti sampai disini, ketika kasih Allah menjadi bagian kehidupan memenuhi prinsip kehidupan semua orang percaya. Niscaya, Nama Kristus akan diagungkan dan dipuji oleh semua yang mengasihiNya. Tentu saja ini dimulai dari semua kehidupan yang ditampilkan orang percaya, saat dimana saja mereka berada. Dapat disimpulkan betapa pentingnya bagi semua orang percaya mempunyai hubungan pribadi yang akrab dan erat bersama dengan Tuhan. Tidak hanya berdasarkan pergi beribadah ke gereja, pada hari minggu semata. Diperlukan ekstra kerja keras, meluangkan waktu dalam membaca dan merenungkan Firman Tuhan secara teratur. Dalam doa dan penyembahan secara pribadi, dipenuhi rasa syukur akan penyertaan serta pimpinanNya. Tidak pernah dibiarkanNya, kita berjalan sendirian dalam kehidupan ini. Sebaliknya, Ia senantisa menyertai dan menutun langkah-langkah kehidupan kita. Membawa kita, untuk senantiasa hidup dalam rencanaNya yang indah dan mulia. Sehingga dapat menjadi saluran berkatNya, bagi siapa saja yang membutuhkan kasihNya.

Penulis: Azer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.