Siapa yang tahu gambar diatas ?
Itu adalah gambar untuk logo Red Cross ( Palang Merah Dunia). Red Cross atau Palang Merah Dunia didirikan oleh Jean Henry Dunant , sehingga beliau disebut sebagai Bapak Palang Merah Dunia . Lelaki ini lahir di Geneva , Switzerland , pada tanggal 08 Mei 1828. Di Indonesia, Red Cross dikenal dengan nama Palang Merah Indonesia (PMI). PMI adalah sebuah Organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dibidang sosial dan kemanusiaan, seperti penyediaan darah bagi orang yang membutuhkan karena kecelakaan atau sakit. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan petolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Di Indonesia , PMI lahir pada tanggal 17 September 1945, dan melantik Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta sebagai Ketua PMI , dan berawal dari sinilah, Bung Hatta dijuluki sebagai Bapak PMI. (source:www.quipper.co)
Setetes darah Anda , nyawa bagi sesama, itulah slogan PMI, hal ini menyatakan bahwa setetes darah Anda sangat berarti bagi orang yang membutuhkannya. Atau dengan kata lain, hidup mati seseorang yang sedang sakit kritis dan membutuhkan darah, sedikit banyak dipengaruhi oleh pengurbanan darah yang diberikan oleh orang lain. Itu sebabnya juga, aksi donor darah yamg kita lakukan, juga merupakan suatu pelayanan yang sangat bermanfaat. Cepat atau lambat, darah yang kita donorkan akan dipergunakan untuk menolong orang yang membutuhkan darah demi kelangsungan hidup mereka.

Kalau sedemikian berharganya darah kita bagi nyawa orang lain, bagaimana dengan Yesus? Darah Yesus yang tercurah di kayu salib,sangatlah berarti buat saya dan seluruh umat Nasrani, karena darah Yesus lah, seluruh dosa-dosa saya dan Anda dihapuskan. Penderitaan yang Yesus alami hingga mati diatas kayu salib telah menggantikan posisi saya dan Anda, manusia berdosa. Bagi sebagian orang, mungkin salib hanyalah sepotong kayu biasa, bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai bahan candaan atau lelucon, seperti yang baru-baru ini viral di sosial media. Mereka yang menjadikan salib sebagai bahan lelucon, tidak mengetahui dan tidak memahami peristiwa dibalik Salib. Suatu peristiwa dimana, Anak Allah yang turun ke bumi,melalui bayi manusia, yang bernama Yesus, yang tidak berdosa dan tidak bersalah tetapi harus menanggung DOSA seluruh umat manusia diatas kayu salib. Peristiwa kematian Yesus diatas kayu salib membuktikan kasih-Nya yang besar bagi umat manusia, dan pada hari ke-3, bangkit dari kubur, naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi orang yang percaya kepadaNya untuk bersama-sama dengan-Nya di surga , dan yang akan datang dari surga untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Darah Yesus yang tercurah dikayu salib, bagi umat yang beriman percaya kepada Yesus, sangatlah berarti, dengan darah-Nya, kita semua mendapat pengampunan dosa dan terbebas dari belenggu dosa yang selama ini mengikat kita dan memberi kita jaminan keselamatan hidup kekal.

Pengampunan Tuhan adalah kebebasan Anda. Dia telah memberi Anda Firman-Nya, dan melalui itu, iman untuk mempercayainya. Iman yang diberikan Firman-Nya kepada Anda bukan iman yang mati, tetapi iman yang hidup (Rojas, Stedfast). Dan Allah tidak menuntut kita untuk membayarnya, namun sudah sewajarnya jika kita hidup di dunia ini untuk menjadi garam dan terang dunia, dimana sebagai garam harus bisa berdampak kepada kebenaran dan dapat dirasakan, dan sebagai terang hidupmu pasti dilihat dan disorot orang.(https://www.instagram.com/p/BqW7GOflLiW/?igshid=1vbj7kigv4k6f).

Untuk itu, mari Sahabat Jangkar Kehidupan kita melakukan peranan kita dalam ruang lingkup kehidupan kita masing-masing , jadilah garam dan terang dunia yang memberi dampak kebenaran dan dirasakan oleh semua pihak tanpa melakukan perbedaan sehingga dimana pun Anda ditempatkan dan apapun profesi Anda, bekerjalah memberi buah (Filipi 1:22a), buah yang terlihat dari setiap ucapan dan perilaku kita sehari-hari akan memberi kesaksian tentang Yesus yang menebus dosa-dosa kita dan memberi jaminan keselamatan hidup kekal. Selamat ulang tahun Palang Merah Indonesia.

 

Penulis : Dumasari Mailani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.