Berada dalam zaman modernisasi, teknologi menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Perkembangan teknologi dan informasi dirasakan dapat mempermudah kegiatan sehari-hari, dengan smartphone misalnya, orang-orang dapat berbelanja, berdagang, mentransfer uang, memesan tiket perjalanan dan menonton, melalui smartphone yang terhubung dengan internet. Internet menawarkan budaya simulasi baru dimana sifat manusia direkonstruksi dengan memungkinkan individu bereksperimen dengan kreasi imajinatif diri di luar batas kehidupan nyata. Pola interaksi sosial yang tradisional berubah; dimana orang dapat memproyeksikan identitas yang lebih disukai secara sosial daripada identitas offline “nyata”, yang memungkinkan seseorang untuk menggambarkan apa yang ia lihat sebagai alternatif atau bahkan diri yang sejati tanpa harus khawatir tentang atribut eksternal milik sendiri atau milik orang lain (Blair, Claster, & Claster, 2015).

Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia yang bekerjasama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia per tahun 2018 mencapai 171,17 juta jiwa dari total populasi 264 juta jiwa penduduk Indonesia. Mayoritas penggunanya adalah kaum muda dalam rentang umur 15-19 tahun (Pratomo, 2019). Kaum muda daring dapat bereksperimen dengan berbagai peran, fantasi, gagasan, tindakan, dan kreasi presentasi dan identitas diri. Internet dengan demikian menawarkan arena alternatif untuk eksperimen identitas dengan tingkat kebebasan yang lebih tinggi dari tekanan sosial, norma, dan harapan. Remaja tidak jarang membangun identitas online yang sangat menyimpang dari identitas offline mereka, yang melibatkan misalnya perubahan gender dan seksualitas (Blair, Claster, & Claster, 2015). Dunia maya menjadi tempat baik mengekspresikan identitas sosial, maupun membangun identitas.

Secara paradoks, sebagai arena sosial, Internet dapat meningkatkan isolasi offline, sementara pada saat yang sama dapat meningkatkan hubungan sosial online. Beberapa remaja merasa nyaman untuk bersosialisasi dan mengungkapkan informasi tentang diri mereka dalam dunia online, sementara di dalam dunia offline, kemungkinan mereka tidak memiliki banyak teman (Blair, Claster, & Claster, 2015). Internet menawarkan arena sosial alternatif bagi individu yang memiliki kesulitan dalam membentuk dan memelihara hubungan sosial.

Internet dapat menjadi wadah dimana kemampuan kreatif dapat berkembang, namun internet juga dapat menjadi wadah intimidasi dan penyebaran berita-berita yang tidak benar (hoax). Singkatnya, teknologi dan informasi dapat menjadi alat penolong yang mempermudah kehidupan kita sehari-hari, namun juga dapat menjadi alat perusak yang mencabut akar kemanusiaan kita.

Bagaimana sekarang? Apakah kita akan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk sesuatu yang tidak berguna atau memanfaatkannya untuk sesuatu yang berguna bagi semua orang? Manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia, diberikan akal dan budi untuk dapat menjadi “kaki” yang membawa dunia. Menurut Luther, apapun yang Tuhan berikan kepada dunia, Dia berikan demi orang Kristen. “Tuhan adalah penyair, dan kita adalah ayatnya” (Ellingsen, 2017). Kita tidak boleh lupa bahwa Tuhanlah yang menyediakan akal dan budi bagi kita, sehingga kita dapat membangun peradaban kita dari masa ke masa, namun itu bukan tanpa misi. Kita semua memiliki misi untuk memberitakan Injil-Nya.

Jadi, sebagai kaum muda yang mendominasi dunia daring, pergunakanlah internet dengan bijak, untuk menghadirkan sebuah terobosan baru dan mengembangkan kreativitas, untuk menyebarkan berita-berita positif yang dapat memberikan dorongan dan inspirasi bagi orang lain. Kita juga dapat memuliakan Tuhan dengan menyebarkan kabar baik dari-Nya melalui media-media sosial, melalui cerita naratif di blog-blog pribadi misalnya, tidak perlu cerita yang besar, hanya pengalaman iman dan rasa syukur kita atas pemeliharaan Tuhan setiap waktu. Beritakanlah Injilnya melalui karyamu, sebab Tuhan berkarya melalui kita semua, ciptaan-Nya.

 

Penulis: Sabrina Manalu

Referensi Gambar : www.gettyimages.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.