Ayo berolahraga! Sebuah ajakan dan ajuran yang tidak asing di telinga kita. Dari sejak kita anak-anak hingga lanjut usia, anjuran untuk terus berolahraga terus didengungkan. Tentu saja, ada berbagai macam respon orang ketika membicarakan tentang olahraga. Sebagian orang setuju bahwa olahraga itu penting dan menyenangkan, namun pada prakteknya jarang atau bahkan tidak dilakukan. Ada berbagai macam alasan mengapa mereka tidak atau jarang berolahraga sekalipun mereka menyadari bahwa olahraga itu penting. Sebagian orang mungkin karena terbentur masalah waktu atau kesibukan sehari-hari mereka, yang membuat mereka sulit membagi waktu untuk berolahraga dan melakukan aktivitas yang lainnya. Di pagi hari, mereka sudah mulai sibuk dengan segala persiapan mereka, baik untuk ke sekolah atau untuk bekerja. Di sore atau malam hari, sepulang dari sekolah atau bekerja tubuh sudah terlanjur lelah untuk melakukan gerakan-gerakan olahraga yang dipandang “berat” dan “melelahkan” badan. Atau, barangkali kita lebih senang melakukan kegiatan-kegiatan lainnya semisal, bermain gadget, menonton televisi, membaca, dan lain lainnya.  Namun pada sisi yang lain, ada juga orang yang menyadari bahwa berolahraga itu penting, maka dia menginvestasikan waktu dan tenaga untuk berolahraga. Sesibuk apapun aktivitas sehari-hari mereka, tetap diupayakan untuk dapat berolahraga, walau mungkin harus dilakukan dalam waktu yang singkat.

Dikutip dari https://www.suara.com/health, data dari Badan Pusat Statistik 2015 mengungkapkan fakta yang cukup merisaukan bahwa Kesadaran masyarakat Indonesia mengerjakan aktivitas fisik atau olahraga ternyata masih sangat rendah, yakni hanya 27,61 persen. Dilansir dari sumber yang sama, rendahnya kesadaran berolahraga ini sungguh berbanding terbalik dengan persentase penggunaan gadget atau media sosial orang Indonesia, yakni rata-rata 3 jam 23 menit perhari, nomor 3 terbesar di dunia. Tentu saja, fakta ini akan berimbas kepada tingginya jumlah orang yang bergumul dengan sakit penyakit. Semakin tinggi persentase waktu kita untuk berdiam diri dan tidak berolahraga, maka semakin tinggi pula kemungkinan kita mengalami sakit.

Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki agar kita menjaga dan merawat tubuh kita. Allah menciptakan dan memberikan kita tubuh yang baik, namun Allah memberikan tanggung jawab kepada kita untuk menjaga dan merawatnya. Ada berbagai macam cara untuk menjaga dan merawat kesehatan kita. Berolahraga adalah salah satu cara yang terbaik untuk menjaga kesehatan kita. Dengan berolahraga, kita berinvestasi untuk tubuh yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat semakin efektif dan memiliki kesanggupan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan berolahraga secara teratur, kita juga dapat meminimalisasikan tingkat stress atau kesehatan jiwa kita. Dengan demikian, jelaslah bahwasanya ada banyak keuntungan yang kita peroleh ketika menginvestasikan waktu dan energi untuk berolahraga. Alasan kesibukan waktu atau tidak ada waktu untuk berolahraga, sesungguhnya tidak perlu menjadi penghalang atau penyebab kita tidak berolahraga. Semuanya berpulang kepada kesadaran kita akan pentingnya berolahraga, dan kemauan yang kuat dari kita untuk berolahraga. Dengan adanya kemauan, kita dapat berolahraga ringan di rumah atau di tempat yang lain dengan waktu yang cukup. Jikalau kita memandang olahraga sebagai suatu bentuk tanggung jawab kita di hadapan Allah untuk merawat kesehatan kita, maka kita akan dengan senang hati untuk berolahraga. Dengan berolahraga secara teratur, sesungguhnya kita telah melakukan firman Tuhan dan menyenangkan-Nya. Yuk, mari kita berolahraga!!

 

Penulis : Hardian Baja Tarigan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berkenalan dengan Jangkar KehidupanKarena mengenal satu sama lain itu indah.